Rawat Luka Diabetes

🩹 Cara Merawat Luka pada Diabetes

Penderita diabetes lebih sulit sembuh dari luka karena aliran darah berkurang dan kadar gula tinggi memperlambat penyembuhan. Jadi perawatan harus lebih teliti dan teratur.


1. Cuci tangan sebelum menyentuh luka

Ini mencegah bakteri masuk.


2. Bersihkan luka dengan benar

  • Gunakan air mengalir atau NaCl 0,9% (air infus saline).

  • Jika ada kotoran, bersihkan perlahan dengan kasa steril.

  • Jangan memakai alkohol, betadine pekat setiap hari, atau obat merah karena dapat merusak jaringan baru. Povidone-iodine boleh digunakan sekali saat awal, lalu diganti NaCl.


3. Keringkan area sekitar luka

Tepuk perlahan memakai kasa steril.


4. Oleskan salep sesuai anjuran medis

Umumnya dokter meresepkan:

  • Antibiotik topikal bila ada tanda infeksi ringan.

  • Gel hidrogel / honey dressing untuk menjaga kelembapan.
    Jangan pakai salep sembarangan tanpa anjuran.


5. Tutup luka dengan balutan yang bersih

  • Gunakan kasa steril + perban atau modern dressing (hydrocolloid/hydrogel/foam).

  • Ganti 1–2 kali sehari atau jika basah/kotor.


6. Kontrol kadar gula

Luka sulit sembuh jika gula darah tinggi. Usahakan:

  • Gula darah puasa: 80–130 mg/dL

  • 2 jam setelah makan: <180 mg/dL


7. Kurangi tekanan pada area luka

Jika luka di kaki:

  • Hindari berdiri/berjalan terlalu lama.

  • Gunakan alas kaki khusus diabetik.

  • Jangan berjalan tanpa alas kaki.


⚠️ Tanda luka mulai berbahaya (harus ke dokter segera):

  • Kemerahan makin luas

  • Nanah atau bau busuk

  • Nyeri makin hebat

  • Luka menghitam (tanda gangren)

  • Demam

  • Bengkak atau panas di sekitar luka

Jangan menunda—infeksi pada pasien diabetes bisa berkembang cepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rawat Luka POST SC

Obat Diabetes Alami